Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Sunday, March 5, 2017

Ingin Berwisata Purbakala dan Situs Kerajaan Majapahit? Disini Tempatnya...

Jawa timur cukup terkenal dengan wisata sejarahnya, terutama situs purbakala dan kerjaan Majapahit. Namun jika ingin berwisata sejarah dengan peninggalan-peninggalan purbakala yang masih asli dan alami di Desa Wisata Tambaksari tempatnya.

Desa Wisata Tambaksari terletak di kecamatan Purwodadi kabupaten Pasuruan. Desa ini merupakan jalur favorit para pendaki gunung Arjuno karena disepanjang perjalanan terhampar situs-situs purbakalan dan Majapahit. Situs-situs tersebut masih berdiri kokoh meskipun tidak ada yang merawatnya karena letaknya yang berada di gunung.
 
Pertama memasuki desa, wisatawan akan langsung disuguhi pemandangan alam yang indah dari Gunung Arjuno, kemudian akan sampai di situs Bathara Guru. Disitus ini terdapat 6 arca dengan berbagai ukuran yang sampai saat ini masih dikeramatkan oleh masyarakat sekitar. Setiap malam jumat tempat ini selalu ramai dengan para peziarah dari berbagai daerah.
 
 
Selanjutnya wisatawan bisa meneruskan perjananan mengunjungi Gua Onto Bugo yang juga menjadi tempat favorit. Kemudian ada juga Tampuono, sebuah kompleks yang kerap dijadikan lokasi tempat peristirahatan bagi para pendaki Arjuno. Selang setengah jam perjalanan, wisatawan akan bertemu dengan sejumlah petilasan, seperti Petilasan Eyang Antaboga, Eyang Abiyoso, Eyang Sekutrem, Eyang Sakri, Eyang Semar, Eyang Sri Makutharama dan petilasan Sepilar.
 
 
Situs Makutharama
 Arca-arca yang terhampar disepanjang perjalanan
 
Wisatawan akan semakin dimanjakan oleh situs-situs purbakala jika meneruskan perjalanan ke puncak gunung Arjuno. Situs lain seperti Candi Sepilar, Candi Wesi, Candi Madrin, Candi Gong, Candi Lepek, dan Candi Putuk Lesung siap  menanti para wisatawan yang akan datang.
 
Candi Sepilar
Candi Lepek
 
Bagaimana? Tertarikkah untuk berkunjung ke wisata ini?

Thursday, April 28, 2016

Candi Jawi Penginggalan Kerajaan Singhasari


Candi Jawi (nama asli: Jajawa) adalah candi yang dibangun sekitar abad ke-13 dan merupakan peninggalan bersejarah Hindu-Buddha Kerajaan Singhasari yang terletak di terletak di kaki Gunung Welirang, tepatnya di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Pasuruan,Jawa Timur, Indonesia, sekitar 31 kilometer dari kota Pasuruan. Candi ini terletak di pertengahan jalan raya antara Kecamatan Pandaan-Kecamatan Prigen dan Pringebukan. Candi Jawi banyak dikira sebagai tempat pemujaan atau tempat peribadatan Buddha, namun sebenarnya merupakan tempat pedharmaan atau penyimpanan abu dari raja terakhir Singhasari, Kertanegara. Sebagian dari abu tersebut juga disimpan pada Candi Singhasari. Kedua candi ini ada hubungannya dengan Candi Jago yang merupakan tempat peribadatan Raja Kertanegara.



Candi Jawi menempati lahan yang cukup luas, sekitar 40 x 60 meter persegi, yang dikelilingi oleh pagar bata setinggi 2 meter. Bangunan candi dikelilingi oleh parit yang saat ini dihiasi oleh bunga teratai. Bentuk candi berkaki Siwa, berpundak Buddha. Ketinggian candi ini sekitar 24,5 meter dengan panjang 14,2 m dan lebar 9,5 m. Bentuknya tinggi ramping seperti Candi Prambanan di Jawa Tengah dengan atap yang bentuknya merupakan paduan antara stupa dan kubus bersusun yang meruncing pada puncaknya. Pintunya menghadap ke timur. Posisi pintu ini oleh sebagian ahli dipakai alasan untuk mempertegas bahwa candi ini bukan tempat pemujaan atau pradaksina (upacara penghormatan terhadap dewa, disebut Dewayadnya atau dewayajña), karena biasanya candi untuk peribadatan menghadap ke arah gunung, tempat yang dipercaya sebagai tempat persemayaman kepada Dewa. Candi Jawi justru membelakangi Gunung Penanggungan. Sementara ahli lain ada pula yang beranggapan bahwa candi ini tetaplah candi pemujaan, dan posisi pintu yang tidak menghadap ke gunung karena pengaruh dari ajaran Buddha.

Petik Buah Apel di Agrowisata desa Andronosari Kebun Apel Terbesar di Indonesia



Kawasan agrowisata ini terletak di desa Andonosari, Tutur-Pasuruan. Merupakan kebun apel terbesar di Indonesia. Daerah ini sangat cocok untuk sayur mayur dan buah-buahan. Bermacam-macam jenis apel terdapat di daerah ini, antara lain apel manalagi, apel rhomebeauty, apel anna dan apel wanle. Selain apel juga terdapat paprika dan bunga krisan. Kawasan ini cocok dijadikan daerah agropolitan.

Wisata agro perkebunan Apel ini terletak di desa Andonosari, Kecamatan Tutur, sekitar 40 Km dari pusat kota Pasuruan. Jarak temput ke kawasan Agrowisata Apel ini sekitar 75 km dari kota Surabaya dan 50 km dari Malang.



Saat memasuki area perekebunan ini, hanya dengan sekali bayar untuk tiket masuk, pengunjung yang datang ke perkebunan ini bisa menikmati luasnya perkebunan apel dan bisa memetik dan memakan langsung buah apel di setiap pohon yang ada. Perkebunan apel desa Tutur memiliki luas sekitar 1100 hektar dan terdiri dari berbagai jenis apel seperti Manalagi, Rhomebeauty dan Wanle. Obyek wisata ini sangat cocok untuk dikunjungi sebagai wahana rekreasi keluarga dan bisa dijangkau dengan mudah karena letaknya yang strategis. Di desa Andonosari ini juga terdapat homestay dan berbagai macam produk makanan kemasan seperti kripik nangka, kripik apel, the apel dan susu segar yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh.

Di tempat tersebut terdapat berbagai macam alat-alat yang digunakan untuk memproses tanaman apel menjadi berbagai macam olahan produksi. Anda juga bisa melihat langsung berbagai hasil barang produksi hasil olahan, selain cuka apel yaitu teh apel, wine apel, jenang apel dan juga kripik apel. Menarik sekali berwisata ke Agrowisata Petik Apel di desa Andronosari.



Jika selama ini anda menganggap bahwa pusat apel di Indonesia adalah di Batu - Malang, sekarang anda harus mengubah pandangan itu. Tahukah anda bahwa ternyata apel yang banyak dijual di daerah Batu dan Malang ternyata banyak berasal dari daerah Nongkojajar Kec. Tutur Kab. Pasuruan. Di Kecamatan ini ada beberapa desa yang mempunyai produksi apel paling besar yaitu di Desa Andonosari, Kayukebek, Blarang, Gendro, dan Wonosari. Dari desa-desa tersebutlah kemudian banyak dijual ke seluruh Indonesia. Karena kurangnya promosi saja maka yang kita kenal ketika mengetahui apel maka ingatan kita pasti dari Batu, Malang.

sumber : www.disbudpar.pasuruankab.go.id

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | hostgator reviews